
Jakarta – Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan
Olahan Badan POM selaku sekretariat National Contact Point (NCP) Indonesia
Rapid Alert System Food and Feed (INRASFF) telah menyelenggarakan INRASFF Working
Group Tahap I, pada Selasa 8 Maret 2022. Peran sekretariat NCP ini dijelaskan oleh Direktur Pengawasan Peredaran
Pangan Olahan dalam sambutannya “Badan POM selaku Sekretariat NCP akan terus
memfasilitasi peningkatan kompetensi petugas pengelola INRASFF baik di NCP, CCP
(Competent Contact Point), dan Local
Competent Contact Point (LCCP),
dengan menyelenggarakan rencana program yang sesuai. Tahun 2022, kami
merencanakan kegiatan working group, workshop, capacity building, serta launching
INRASFF.pom.go.id.”
Kegiatan Working Group ini
dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh CCP INRASFF antara lain
Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan,
Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perindustrian. Pertemuan dilaksanakan
untuk mengevaluasi kinerja INRASFF dan memperkuat antar NCP dan CCP dalam mengatasi
kewaspadaan dan
penanggulangan pangan serta pakan. Pembahasan dalam INRASFF Working Group kali
ini mencakup monitoring tindak lanjut notifikasi, evaluasi dan rencana kegiatan
INRASFF beserta simulasi dan uji coba aplikasi baru
INRASFF.pom.go.id.
Dalam kegiatan ini, INRASFF bekerja sama dengan ARISE+
dalam memberikan technical support untuk memperkuat implementasi INRASFF
sehingga dapat berkontribusi dalam system keamanan pangan dan kelancaran ekspor
impor pangan dan pakan.
Working Group ini menelurkan gagasan rencana tindak
lanjut INRASFF kedepan menjadi suatu sistem yang dapat mewadahi data pengawasan pangan
yang terintergrasi lintas K/L/D secara nasional sebagaimana IMSOC (Integrated
Management System for Official Controls) di Uni Eropa. Sistem IMSOC ini mengabungkan sistem traceability,
sistem RASFF, sistem data base food fraud dan menjadi data base
pengawasan.